Pembukaan Pelatihan Membatik Di Desa Balong, Kec. Jepon

GARDA BLORA NEWS, BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (DINPERINNAKER) resmi membuka pelatihan keterampilan membatik bagi pencari kerja. Pelatihan ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 dan diselenggarakan di Desa Balong, Kecamatan Jepon.

Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi pada Selasa pagi, Juni 2025, pukul 09.00 WIB. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama enam hari, dari Senin hingga Sabtu, setiap pukul 08.00–14.00 WIB.

Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Desa Balong, Bapak Nyomo, beserta perangkat desa, perwakilan Kecamatan Jepon, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora, serta Tim Penggerak PKK yang diwakili oleh Pokja II, Ibu Sri Rusmi.

Kepala DINPERINNAKER, Bapak Endro Budi Darmawan, SE., M.Si., hadir langsung untuk membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan kepada para peserta. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan awal dari proses pemberdayaan masyarakat.

“Kenapa kami memberikan pelatihan membatik ini? Agar bisa dimanfaatkan dan berkelanjutan bagi masyarakat di Balong khususnya. Terus berproses, terus berproduksi. Kami berharap melalui pelatihan ini ibu-ibu bisa terbuka, mengikuti dengan ikhlas, agar bermanfaat di Jepon, khususnya Balong,” ujar Endro.

Sementara itu, Kepala Desa Balong, Bapak Nyomo, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat menjadi bagian dari pengembangan potensi lokal.

“Melalui Musrenbangdes, kami telah mengusulkan berbagai jenis pelatihan, tidak hanya membatik, tetapi juga ecoprint dan merajut. Harapan kami, batik bisa menjadi salah satu potensi unggulan Desa Balong,” ungkap Nyomo.

Sekretaris Camat Jepon, Marthin Ukie Andhana, juga memberikan motivasi kepada para peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh.

“Yang hadir ini harus bisa memanfaatkan dengan baik pelatihan ini. Semoga bisa bermanfaat dan berkelanjutan, dan jangan hanya selesai begitu saja,” ujar Ukie.

Senada dengan itu, perwakilan dari PKK, Ibu Sri Rusmi dari Pokja II, menekankan pentingnya keberlanjutan dari keterampilan yang diperoleh.

“Kita juga mendapat ilmu keterampilan yang tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mendapatkannya. Kesempatan ini harus betul-betul dimanfaatkan dan harus ada kelanjutannya,” tegasnya.

Dengan dibukanya pelatihan ini, diharapkan peserta mampu menyerap keterampilan membatik secara optimal dan mengembangkannya sebagai bekal untuk meningkatkan kesejahteraan serta potensi ekonomi lokal, khususnya di Desa Balong.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!