GARDA BLORA NEWS, BLORA – Suasana tenang di kawasan Kridosono, Kecamatan Blora, mendadak berubah gaduh pada Jumat dini hari (11/7/2025) sekitar pukul 01.30 WIB. Seorang remaja yang belum diketahui identitas lengkapnya diduga memancing keributan dengan menggeber-geberkan sepeda motornya secara ugal-ugalan di sepanjang jalan Kridosono.
Remaja yang mengaku berasal dari Klopoduwur, Kecamatan Blora, itu tak hanya membuat kebisingan, tapi juga menghampiri sekelompok pemuda yang sedang nongkrong di sisi barat Kridosono. Keributan pun pecah saat remaja tersebut diduga mendorong salah satu pemuda, hingga akhirnya terjadi perkelahian kecil yang membuat suasana memanas.
“Saya geram, Mas. Orang itu bleyer-bleyer terus menghampiri saya. Tiba-tiba malah mendorong saya. Ya saya reflek emosi. Akhirnya ribut,” ujar salah satu pemuda yang ada di lokasi.
Tak hanya mengganggu ketenangan para pemuda, aksi tersebut juga mengusik masyarakat. Salah satu warga berinisial J yang anaknya sedang tidur tak jauh dari lokasi mengaku kesal karena anak kecilnya terbangun dan menangis akibat suara bising motor.
“Saya jengkel, Mas. Anak saya tidur, eh tiba-tiba menangis karena suara motor itu. Saya tegur baik-baik, malah nantang. Untung saya masih sabar, saya suruh dia pulang,” ujar J kepada wartawan.
Menurut keterangan warga lain, kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi. Salah satu penjaga angkringan di sekitar Kridosono yang berinisial W mengaku sudah sering melihat remaja tersebut berulah.
“Sering Mas, dia bleyer-bleyer di sini. Saya juga jengkel, anak itu memang kayak nggak jelas,” ungkap W.
Puncak ketegangan terjadi saat warga mencoba mengklarifikasi asal-usul remaja tersebut. Saat ditanya, remaja itu mengaku tinggal di Klopoduwur. Salah satu warga yang mengenal kepala desa setempat bahkan sempat ingin menghubungi kades untuk memastikan identitasnya. Namun bukannya tenang, remaja tersebut justru bersikap menantang.
“Silakan telpon kepala desa saya. Silakan keroyok saya!” ucapnya dengan nada menantang, seperti disampaikan salah satu saksi mata.
Beruntung warga tak terpancing emosi lebih jauh. Salah satu masyarakat kemudian menenangkan situasi dan meminta remaja tersebut untuk segera pulang, sambil diberi nasihat agar tidak mengulangi perbuatannya. Warga berharap kejadian semacam ini tidak kembali terulang, mengingat potensi konflik dan keresahan yang ditimbulkan sangat besar.

