GARDA BLORA NEWS, GROBOGAN – Warga Kampung Lor, Desa Curug, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, terpaksa turun tangan memperbaiki jalan desa yang sudah lama rusak tanpa perhatian dari pemerintah desa. Aksi swadaya ini dilakukan setelah banjir Ramadan lalu semakin memperparah kondisi jalan.
Perbaikan dilakukan sepenuhnya dengan dana dan tenaga masyarakat setempat. Jalan yang dicor memiliki panjang sekitar 128,15 meter, lebar 3 meter, dan tebal 12 sentimeter.
Koordinator lapangan, Nur Khotib, mengatakan gagasan itu lahir dari musyawarah warga pascabanjir.
“Wilayah kami termasuk terdampak banjir. Lalu muncul obrolan antarwarga untuk meninggikan jalan dengan cara swadaya,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Dana dihimpun dari iuran sukarela warga, tanpa ada paksaan. Besaran iuran bervariasi, mulai Rp20 ribu hingga Rp3 juta. Beberapa warga juga menyumbangkan material seperti semen, pasir, dan kerikil.
“Kami kumpulkan dana seikhlasnya dan kerjakan sedapatnya. Kami hanya izin lewat RT,” tambah Nur Khotib.
Warga lain, Sutomo, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah desa yang selama ini dianggap tidak merespons aspirasi masyarakat.
“Sudah bertahun-tahun kami minta ke Pemdes untuk bangun jalan, tapi tidak pernah ditanggapi. Begitu kami swadaya, baru pemerintah desa sibuk datang,” keluhnya.
Pantauan di lokasi, puluhan warga tampak bahu membahu mengecor jalan menggunakan alat sederhana. Sebuah mesin molen berputar mencampur semen dan pasir. Karena keterbatasan dana, pengecoran dilakukan tanpa tulangan besi.
Meski begitu, warga berharap jalan tersebut dapat memperlancar akses mereka.
“Harapan kami jalan ini bisa lebih baik, dan semoga memotivasi warga lain untuk membangun daerahnya masing-masing tanpa harus selalu mengandalkan dana desa,” pungkas Nur Khotib.
Kondisi jalan di Kampung Lor memang kerap menjadi sorotan. Saat musim hujan, jalan tersebut sering tergenang banjir, becek, dan licin sehingga membahayakan pengendara motor maupun warga yang melintas.

