Berawal Keluhan ASN Blora: Sudah Banyak Potongan, Kok Masih ‘Ider’ Kaleng Sedekah Subuh

GARDA BLORA NEWS, ​BLORA – Program GASTRA (Gerakan Sedekah Subuh Sejahtera) yang diprakarsai oleh Bupati Blora, Arief Rohman, bersama Wakil Ketua KPK RI, Fitroh Rohcahyanto, menuai keluhan dari sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Keluhan muncul terkait pengumpulan uang sedekah harian sebesar Rp2.000 melalui kaleng bertuliskan ‘Sedekah Subuh’ yang kini diedarkan di lingkungan kantor pemerintahan.

​Seorang ASN berinisial U mengungkapkan rasa keberatannya, mengingat ASN sudah dibebani potongan lain.

“Setelah potongan gaji 2,5% dari semua ASN yang dikelola BAZNAS setempat dan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai),” ujar U, Rabu (1/10/2025).

​Menurut U, adanya kaleng sedekah yang beredar di kantor desa, kelurahan, kecamatan, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini dinilai semakin memberatkan.

Kaleng yang mencantumkan logo BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Blora dengan slogan ‘Bersih dan Kuat Karena Zakat, Sedekah Subuh’ ini justru memicu reaksi sinis di kalangan ASN.

​”ASN kebanyakan potongan, masih diedarkan kaleng. Kok saingan karo pengemis, geh (seperti bersaing dengan pengemis, ya),” cetus U.

​Meskipun tidak menolak kegiatan sosial yang disebut-sebut untuk memberi makan dan merawat anak yatim piatu tersebut, beberapa ASN mempertanyakan mekanisme pengumpulan dana yang dinilai tidak jelas.

“Katanya untuk anak yatim piatu, tapi semua ASN disuruh setor. Padahal potongan dari gaji dan TPP juga sudah banyak,” tambah U, yang menyebut kaleng dikumpulkan melalui kecamatan untuk disetorkan ke pihak terkait.

​Keluhan ini juga disertai sindiran terhadap minimnya sorotan dari media dan LSM. “LSM dan wartawan kok tutup mulut, ya,” ujar U.

​Menanggapi keluhan yang kian santer, Bupati Blora Arief Rohman memberikan respons singkat saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya.

​“Besok pagi jam 8 pagi ketemu saja, biar penjelasannya lebih lengkap ya,” kata Arief, Minggu (5/10/2025).

​Saat ini, publik menunggu penjelasan resmi dari Bupati Arief Rohman dan pihak BAZNAS Blora mengenai maksud, mekanisme, serta dasar hukum yang mengatur pengumpulan dana ‘Sedekah Subuh’ di lingkungan ASN Blora tersebut.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Blora resmi meluncurkan Gerakan Subuh Sejahtera (GASTRA), Minggu (3/8/2025) usai salat Subuh berjamaah.

Peluncuran GASTRA tersebut dilakukan di pendopo Rumah Dinas Bupati itu, oleh Bupati Blora Arief Rohman, bersama dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) Fitroh Rohcahyanto.

GASTRA mencakup dua komponen utama, yakni salat Subuh berjamaah setiap Ahad Pahing yang dilanjutkan dengan dzikir bersama.

Usai itu dilanjutkan Gerakan Sedekah Subuh melalui infaq harian yang dilakukan oleh seluruh ASN di Kabupaten Blora.

Bupati Arief Rohman menjelaskan, GASTRA hadir sebagai bentuk kepedulian sosial ASN untuk berbagi kepada sesama.

“Ini upaya kita untuk berbagi, karena kita ASN merupakan golongan yang beruntung. Banyak orang mengantri ingin jadi ASN, dan jumlah kita di Blora sekitar 11 ribu. Maka kita arahkan untuk berbagi kepada masyarakat,” ujar Bupati Arief.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan, infaq yang digalang melalui kaleng celengan infaq tidak bersifat wajib. Namun menjadi bentuk keikhlasan dan kesadaran sosial ASN.

Ia mencontohkan, jika masing-masing ASN menyisihkan seribu rupiah setiap hari, maka akan terkumpul nominal yang sangat besar dan bisa membantu banyak orang.

“Kalau misal seribu rupiah setiap hari dikalikan 11 ribu ASN, kan banyak, sifatnya tidak wajib, tapi saya kira kebangetan kalau tidak infaq sama sekali,” canda Bupati yang disambut senyum para hadirin.

Tak hanya terbatas di lingkup ASN, Bupati juga berencana GASTRA akan dikembangkan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Nantinya, para kepala desa dan lurah akan diberi tanggung jawab untuk mengimplementasikan gerakan ini guna membantu anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan di wilayah masing-masing.

Pengelolaan infaq GASTRA akan ditangani oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masing-masing OPD dan selanjutnya disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Blora sesuai peruntukannya.

“Teknisnya nanti diatur oleh BAZNAS. Semoga gerakan ini membawa Blora menjadi kabupaten yang makmur, barokah, dan bermanfaat bagi semua,” harap Bupati Arief Rohman.

(Rival)

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!