GARDA BLORA NEWS, BLORA — Seorang warga Blora yang menyebut dirinya sebagai “Alek” menyampaikan pesan moral yang tajam dan emosional bagi para pelaku korupsi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (8/10/2025).
Alek secara khusus menyoroti “koruptor kelas kakap” di wilayah Blora dan mendesak mereka untuk segera bertaubat sebelum terlambat.
Seorang warga sederhana Alek menyuarakan seruan moral tajam, sebuah jeritan hati rakyat kecil yang muak dengan perilaku koruptor di daerahnya.
Dengan nada lirih namun penuh makna, Alek menyampaikan pesan yang menggugah nurani para pelaku korupsi.
“Sampean tobate kapan toh, Mumpung sik urip,” ujarnya dengan bahasa Jawa yang sarat makna
(“Kapan Anda bertaubat? Selagi masih hidup.”)
Alek menegaskan bahwa tidak ada ampunan bagi mereka yang terus merampas hak rakyat.
“Engko nek wis kadung ning jero kuburan, ora ono ampunan kanggo sing do korupsi lan nyolongi dhuwike wong cilik koyo awake kulo iki,” tambahnya dengan suara bergetar.
(“Nanti kalau sudah di kuburan, tak ada lagi ampunan bagi para koruptor yang mencuri uang rakyat kecil seperti saya.”)
Bagi Alek, tobat sejati bukan sekadar ucapan, melainkan tindakan nyata.
Ia mendesak para pejabat dan pihak-pihak yang terlibat korupsi di Blora untuk mengembalikan uang rakyat yang telah dikorupsi dan memperbaiki kesalahan mereka selagi masih diberi kesempatan hidup.
Seruan moral ini muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap berbagai kasus korupsi di Blora, mulai dari dugaan penyelewengan dana desa, kredit macet di BUMD, hingga penyalahgunaan wewenang pejabat publik.
Bagi Alek, suara rakyat kecil tak boleh diabaikan, pesannya menjadi cermin nurani yang jujur, korupsi bukan hanya kejahatan hukum, tapi juga dosa sosial yang menindas kehidupan rakyat kecil.
“Mugo-mugo sing isih nduwé ati, sadar lan tobat sadurunge telat,” pungkasnya penuh harap.
(“Semoga yang masih punya hati, segera sadar dan bertobat sebelum terlambat.”)
Seruan sederhana dari Alek ini menggema kuat di hati masyarakat Blora, menjadi tamparan moral bagi siapa pun yang telah mengkhianati kepercayaan rakyat demi memperkaya diri.

