Blora Gerah! Banyak Anggota DPRD Blora Jarang Ngantor, Hasil Kerja Masih Gelap

GARDA BLORA NEWS, BLORA – Gedung DPRD Kabupaten Blora belakangan tampak lengang. Kursi rapat kosong, aktivitas minim, dan kehadiran para wakil rakyat jarang terlihat.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat, alasan yang kerap terdengar adalah “sedang bertugas di lapangan” atau “menemui konstituen”.

Namun, warga mulai jenuh dengan jawaban tanpa bukti. Masyarakat kini menuntut transparansi: jika benar bekerja di luar kantor, hasilnya harus terlihat dan dipublikasikan secara terbuka.

“Kalau memang alasannya blusukan atau mengawasi proyek, tunjukkan buktinya. Publikasikan foto, laporan, dan dampak nyatanya bagi warga Blora,” tegas Yuni, aktivis perempuan Blora, Selasa (14/10/2025).

Ia menilai, ketidakhadiran di kantor tidak akan dipermasalahkan jika diimbangi dengan kerja nyata. Namun yang terjadi, gedung dewan justru sering sepi tanpa tanda aktivitas.

“Jangan sampai ketidakhadiran di kantor justru berarti ketidakhadiran dalam bekerja,” ujarnya tajam.

Yuni menyoroti bahwa anggota DPRD seharusnya mampu menjalankan tiga fungsi utama, legislasi, anggaran, dan pengawasan, secara terbuka dan terukur.

Ia mendorong agar setiap kegiatan lapangan dilaporkan secara rutin dan mudah diakses publik.

“Setiap kunjungan kerja atau reses harus ada laporan jelas. Apa yang ditemukan, apa yang disampaikan warga, dan apa tindak lanjutnya. Kalau semuanya gelap, bagaimana rakyat bisa menilai kinerjanya?” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya publikasi kegiatan di media sosial atau laman resmi DPRD sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Masyarakat sekarang butuh bukti, bukan janji. Kalau alasannya turun ke bawah, ya buktikan dengan kerja nyata,” katanya.

Menurutnya, kursi dewan bukan tempat singgah, tetapi amanah rakyat yang harus dijaga dengan integritas.

“Kalau memang jarang di kantor karena benar-benar bekerja, tentu kami mendukung. Tapi kalau menghilang tanpa hasil, itu bentuk pengkhianatan terhadap mandat rakyat,” ucapnya.

Yuni berharap DPRD Blora berani membuka hasil kerja mereka secara transparan. “Rakyat tidak minta macam-macam.

Cukup tunjukkan kerja keras dan bukti nyata bahwa gaji dan fasilitas mereka sebanding dengan pengabdian,” pungkasnya.

Gedung DPRD boleh sepi, tetapi suara rakyat kini riuh menuntut kejelasan. Pertanyaannya sederhana: wakil rakyat Blora benar-benar bekerja untuk rakyat, atau sekadar menikmati kenyamanan di balik alasan “dinas luar”?

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!