GARDA BLORA NEWS, BLORA — Menanggapi adanya keluhan sejumlah warga terkait pelayanan pupuk subsidi di Desa Klopoduwur, seorang distributor pupuk setempat, Mbah Kiban, memberikan klarifikasi melalui wawancara pada Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, masalah yang sempat muncul bukan karena ketersediaan pupuk kosong, melainkan terjadi miskomunikasi dengan pihak kios.
“Pupuk sebenarnya masih ada. Hanya kebetulan yang jaga kios baru sakit, sehingga ibunya khawatir kalau melayani takut salah. Kemarin pupuknya juga sudah dikirim, hanya sedikit terlambat. Bukan berarti barang tidak ada. Silakan dicek dan buktikan langsung kalau pupuk itu ada. Mungkin hanya miss komunikasi,” tegasnya.
Terkait adanya warga Desa Gedongsari yang memiliki lahan di Klopoduwur namun mengaku tidak memperoleh pupuk, Mbah Kiban menjelaskan bahwa distribusi mengikuti data yang terdaftar melalui kelompok tani setiap tahun.
“Kalau ada yang tidak dapat pupuk, mungkin tahun kemarin tidak mendaftar. Data kelompok tani masuk ke kecamatan sekitar November, lalu diseleksi hingga ke Dinas Pertanian dan provinsi. Januari pupuk turun. Kalau terdaftar, pasti dapat. Apalagi punya Kartu Tani, digesek itu langsung muncul jatahnya,” jelasnya.
Ia juga meluruskan informasi yang beredar di media nasional bahwa pengambilan pupuk cukup memakai KTP.
“Itu juga miss komunikasi. Tidak cukup bawa KTP kalau tidak terdaftar di RDKK kelompok tani. Bawa KTP itu bisa kalau tidak punya Kartu Tani, tapi harus pakai surat kuasa dari lurah, bawa KK dan KTP. Kalau ambil sendiri ya KTP saja,” tambahnya.
Harga Pupuk Sesuai Ketentuan HET
Mbah Kiban menegaskan, harga pupuk subsidi di wilayahnya tetap mengikuti aturan pemerintah:
– Urea: Rp 90.000
– Phonska: Rp 92.000
– Organik: Rp 25.600
“Semua harus sesuai ketentuan. Kalau tidak 90 ribu untuk Urea, akan saya beri ultimatum,” ujarnya.
Pesan untuk Petani Klopoduwur
Ia berharap petani lebih proaktif dalam menebus pupuk saat stok sudah tersedia.
“Untuk masyarakat Klopoduwur khususnya lima dukuhan, kalau pupuk sudah siap segera diambil. Kadang harus diingatkan terus, tapi tidak ditebus. Semoga petani lancar, parinya lemu,” tutupnya berharap.

