GARDA BLORA NEWS, BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora melalui kolaborasi sejumlah dinas menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Program Kampung KB Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KB RPPA) tingkat Kabupaten Blora tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Nglengkir, Kecamatan Bogorejo, pada Senin, (23/6/25), dan dimulai sejak pukul 08.00 WIB.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), PKK Kabupaten, Kepala Desa beserta perangkat, serta para tokoh masyarakat dan warga sekitar.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Nglengkir, Suparman, menyampaikan dukungannya terhadap program ini.
“Kami siap menindaklanjuti program-program yang baik demi kemajuan dan prestasi desa. Harapan saya, masyarakat Nglengkir khususnya dapat membangun komunikasi yang baik agar program ini bisa berjalan optimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suparman menekankan pentingnya Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan melindungi hak-hak perempuan dan anak.
“Kami sangat mendukung pelaksanaan sosialisasi DRPPA ini. Program ini menjadi langkah strategis dalam membangun desa yang aman, inklusif, dan berpihak pada perempuan dan anak,” tambahnya.

DRPPA bukan sekadar program—ia adalah nyala obor perubahan! Dengan semangat luar biasa, DRPPA hadir membawa misi besar untuk mewujudkan tatanan sosial yang lebih adil, setara, dan manusiawi. Tujuan-tujuannya bukan hanya mulia, tetapi sangat mendesak dan tak bisa ditunda demi masa depan bangsa yang lebih terang.
- Menjadi benteng kokoh nan tak tergoyahkan bagi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi—layaknya perisai cahaya yang melindungi generasi penerus dari kelamnya ketidakadilan.
- Mewujudkan fasilitas publik yang bukan hanya ramah, tapi menyentuh nurani keadilan gender, agar setiap sudut ruang publik menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi semua warga, tanpa kecuali.
- Mendorong kesetaraan dalam pengambilan keputusan dan pemberdayaan ekonomi perempuan—karena tak ada lagi ruang bagi ketimpangan. Saat perempuan berdiri sejajar, bangsa ini akan melompat lebih tinggi dari yang pernah dibayangkan.
- Menghancurkan belenggu ketimpangan struktural yang selama ini membatasi potensi luar biasa perempuan—karena sudah saatnya mereka mekar seutuhnya, memimpin, mencipta, dan menginspirasi tanpa batas.
Suparman juga menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata.
“Kami ingin seluruh warga, terutama orang tua, tokoh masyarakat, pemuda, dan perangkat desa, ikut aktif dalam mencegah kekerasan, memperjuangkan kesetaraan, dan melindungi hak-hak anak serta perempuan,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Bogorejo, Ruswanto, S.T., turut mengapresiasi antusiasme warga Nglengkir.
“Masyarakat Desa Nglengkir sangat guyub dan tingkat partisipasinya sangat bagus. Ini modal penting dalam menyukseskan program DRPPA,” ujarnya.
Secara umum, tujuan program DRPPA adalah mewujudkan desa yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak, dengan mendorong kesetaraan gender, perlindungan dari kekerasan, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta edukasi dan pencegahan perkawinan anak melalui peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

