Lazisnu Blora Tunjukkan Kepedulian Kemanusiaan di Tengah Tragedi HUT Pegadaian

GARDA BLORA NEWS, BLORA – Di tengah polemik hukum yang membayangi tragedi kecelakaan kerja dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-124 PT Pegadaian (Persero) di Kabupaten Blora, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Blora tampil dengan langkah nyata kemanusiaan.

Lembaga yang dikenal dengan sebutan NU Care-Lazisnu itu memberikan perhatian khusus kepada korban, SH (37), yang mengalami luka bakar serius akibat tersengat listrik bertegangan tinggi saat membantu persiapan tenda acara pada 23 Oktober 2025 lalu.

Sekretaris Lazisnu Blora, Supriyadi, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan murni berlandaskan niat kemanusiaan, bukan karena faktor lain.

“Sudah menjadi kebiasaan kami di Lazisnu untuk bergerak membantu siapa pun yang membutuhkan, terlebih jika yang bersangkutan memiliki keterkaitan dengan kami. Tidak ada kepentingan lain, murni panggilan kemanusiaan,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).

Sebagai bentuk kepedulian awal, Lazisnu menyalurkan bantuan sembako berupa 10 kilogram beras, minyak goreng, dan satu dus mi instan.

Bantuan tersebut rencananya akan diberikan secara berkelanjutan setiap satu hingga dua minggu sekali guna memenuhi kebutuhan harian keluarga korban.

Dalam kunjungan silaturahmi ke rumah korban, pihak Lazisnu juga sempat mendapati kebutuhan kontrol medis ke rumah sakit.

Secara kebetulan, ambulans Lazisnu sedang berada di sekitar lokasi, dan langsung digunakan untuk mengantar korban berobat.

Supriyadi memastikan, fasilitas ambulans Lazisnu Blora selalu siap siaga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau korban membutuhkan antar-jemput untuk kontrol atau ke rumah sakit, kami siap setiap waktu. Jangan sungkan untuk meminta bantuan,” tegasnya.

Pihak keluarga korban, melalui Nuri, menyampaikan apresiasi mendalam atas empati yang ditunjukkan Lazisnu Blora.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari Lazisnu. Setelah keluar dari rumah sakit pun, mereka masih menyempatkan diri menjenguk dan melihat kondisi korban di rumah,” tutur Nuri.

Sementara itu, tragedi kecelakaan kerja yang terjadi saat persiapan acara HUT Pegadaian tersebut kini tengah memasuki ranah hukum.

Setelah menunggu lebih dari dua minggu tanpa kejelasan, keluarga korban bersama dua pengacara, Sugiyarto dan Sucipto, melaporkan dugaan kelalaian kerja ke Polres Blora, pada Selasa (4/11/2025).

Dalam laporan bernomor STTLP/312/XI/2025/Jateng/Res Blora, ada tiga nama yang dilaporkan, yakni:

1. SN, pemilik persewaan sound system Scorpio,

2. NC, pemilik persewaan sound system Kholista, dan

3. SW, pihak dari kantor PLN Blora.

Menariknya, meskipun acara tersebut diselenggarakan untuk HUT Pegadaian, PT Pegadaian Blora maupun Lazisnu tidak termasuk dalam daftar pihak terlapor.

Kuasa hukum korban, Sugiyarto, menyayangkan kurangnya empati dari pihak yang dianggap bertanggung jawab di lapangan.

“Dua pemilik sound system itu seolah menutup mata, tidak ada rasa tanggung jawab. Kami ingin hukum ditegakkan agar ada efek jera,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tujuan utama dari pelaporan ini adalah memastikan korban mendapat keadilan serta menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh diabaikan dalam kegiatan apa pun.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!