GARDA BLORA NEWS, BLORA — Kelangkaan pupuk subsidi yang kian parah dan harga yang meroket di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) membuat seorang tokoh muda Blora, Doni, mengecam keras lemahnya pengawasan pemerintah daerah.
Ia mendesak aparat segera bertindak untuk membongkar jaringan mafia pupuk yang dinilai telah lama bermain di Kabupaten Blora. Kamis, (27/11/2025).
Menurutnya, program pupuk subsidi dari Pemerintah Pusat sejatinya sudah sangat berpihak kepada petani.
Namun, niat baik negara itu dirusak oleh jaringan oknum pengecer, distributor, hingga para pemain gelap yang memonopoli dan menimbun pupuk untuk dijual kembali dengan harga mencekik.
“Pupuk langka, harga melonjak dua kali lipat HET. Petani teriakkan kesulitan, tapi di lapangan justru ada permainan kotor. Saya minta KP3, APH, dan Pemkab Blora tidak tinggal diam bongkar dan tindak mafia pupuk yang merampas hak petani,” tegas Doni.
Pupuk Mendadak Hilang, Muncul Kembali dengan Harga Selangit
Dalam beberapa pekan terakhir, petani mengeluhkan pupuk yang tiba-tiba hilang dari kios resmi.
Ironisnya, barang yang sama justru kembali beredar melalui jalur belakang dengan harga melambung.
Doni menilai pola ini bukan kesalahan distribusi, tapi indikasi nyata praktik penimbunan dan permainan terorganisir.
“Program pemerintah sudah bagus, tapi selalu dicurangi oknum rakus,” tambahnya.
Tuntutan Tegas: KP3, APH, dan Pemkab Harus Turun ke Lapangan
Dhoni secara gamblang menuntut langkah cepat dan terukur tiga elemen penting:
- KP3 harus memperketat pengawasan penyaluran pupuk dan menindak penyimpangan.
- APH wajib mengusut tindak pidana penimbunan serta manipulasi harga pupuk subsidi.
- Pemkab Blora harus hadir melindungi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Doni menyebut praktik culas ini sudah mengancam masa depan pertanian di Blora.
Jika dibiarkan, petani akan terus bekerja keras tetapi tak pernah menikmati hasil, sementara mafia pupuk terus menari di atas penderitaan rakyat.
“Petani adalah tulang punggung negeri. Jangan biarkan mereka dihantam kezaliman,” tutup Doni penuh tekanan.

