GARDA BLORA NEWS, BLORA – Penanganan dugaan perundungan dan kekerasan yang menimpa seorang siswa berinisial H di salah satu SD wilayah Kedungjenar, Kecamatan Blora, kini resmi memasuki ranah kepolisian.
Orang tua H, Sulis, telah memenuhi panggilan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blora pada Senin (17/11/2025).
Sulis menjelaskan bahwa kedatangannya merupakan tindak lanjut dari laporan yang ia buat sebelumnya.
“Benar, hari ini saya datang memenuhi panggilan dari Polres Blora untuk memberi keterangan,” ujarnya.
Dipindahkan Sekolah untuk Menyelamatkan Psikologis Anak
Usai insiden yang dialami H, keluarga mengambil langkah cepat dengan memindahkan H dari SD Kedungjenar ke SDN Kemiri 1 Jepon.
Keputusan ini diambil karena kondisi psikologis H disebut memburuk setelah kejadian tersebut.
“Alhamdulillah di sekolah baru guru dan teman-temannya menerima dengan baik,” kata Sulis.
Menurutnya, H mengalami tekanan hebat setelah peristiwa yang disebut sebagai dugaan tabrak lari hingga menyebabkan patah kaki.
Situasi di sekolah lama membuat H semakin tidak nyaman.
Orang Tua Soroti Respons Pihak Sekolah
Sulis menyampaikan kekecewaannya atas sikap beberapa pihak di sekolah sebelumnya yang dinilai tidak memberikan pendampingan maupun tanggapan memadai terkait kondisi H.
Ia bahkan menuding adanya oknum guru yang justru menunjukkan keberpihakan kepada pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
“Guru itu panutan dan digugu, tapi kenyataannya ada yang membela habis-habisan pelaku,” ungkapnya.
Orang tua H juga menyebutkan sejumlah hal yang menjadi alasan kuat untuk memindahkan anaknya:
1. Pengucilan Teman Sekelas
Setelah kejadian, H dikabarkan dijauhi oleh beberapa teman sehingga semakin menambah tekanan mental.
2. Minim Pendampingan Pasca Cedera
Sulis menuturkan bahwa setelah H mengalami patah kaki, tidak ada upaya dari pihak sekolah untuk memastikan kegiatan belajar anaknya tetap berjalan. “Sepuluh hari lebih tidak ada perhatian soal belajarnya,” keluhnya.
3. Ketidakjelasan Pelaku
Hingga kini pihak keluarga masih mempertanyakan siapa yang menjatuhkan H hingga mengalami luka dan patah kaki. “Pelakunya belum jelas, tapi yang membela justru ada,” tambahnya.
Harapan untuk Penanganan yang Transparan
Menurut penuturan orang tua, peristiwa yang menimpa H masih menyisakan banyak tanda tanya. Mereka berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas dugaan kekerasan tersebut.
“Anak saya dijatuhkan, lalu ditabrak sampai kakinya patah. Mentalnya benar-benar jatuh. Saya berharap Polres Blora bisa memberikan kejelasan dan keadilan,” tutup Sulis.

