GARDA BLORA NEWS, BLORA – Masyarakat Blora kembali diingatkan untuk waspada terhadap upaya penipuan berkedok surat resmi pemerintah.
Kali ini, seorang pria tak dikenal mengaku sebagai ajudan Bupati Blora, Arief Rohman, dan mencoba menipu pihak PT Pentawira dengan mengirimkan surat undangan palsu.
Modus pelaku dilakukan melalui pesan WhatsApp. Dengan menggunakan nomor +62 822-2422-2754, oknum tersebut memperkenalkan diri sebagai “Eriz, ajudan Bupati Blora”, lalu mengirimkan file undangan audiensi yang tampak resmi, lengkap dengan kop surat, tanda tangan, dan stempel menyerupai milik Pemkab Blora.
Namun, dugaan penipuan itu cepat terendus. Raman, perwakilan PT Pentawira, mengaku langsung mengonfirmasi ke pihak Pemkab Blora untuk memastikan keaslian surat tersebut.
“Hasilnya, ternyata palsu. Orang itu mengaku ajudan Bupati dan mengirim undangan, tapi sudah kami pastikan tidak benar,” ujar Raman, Rabu (15/10/2025).
Raman menambahkan, pihaknya telah mengingatkan staf agar tidak menanggapi pesan maupun surat dari pihak yang mencurigakan.
“Kami juga menolak bila ada yang mencoba mengirim surat fisiknya ke pabrik,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman dengan tegas membantah bahwa surat tersebut berasal dari pihaknya.
“Itu hoaks dan penipuan. Kami tidak pernah mengirim surat semacam itu. Masyarakat harus hati-hati bila ada yang mengaku sebagai Bupati atau ajudan,” tandas Arief.
Kasus ini menambah deretan aksi penipuan yang menggunakan identitas pejabat daerah untuk mengelabui masyarakat maupun pelaku usaha.
Pemerintah Kabupaten Blora mengimbau agar masyarakat selalu memverifikasi keaslian surat melalui kanal resmi, baik langsung ke kantor Bupati maupun media sosial resmi Pemkab.
Langkah waspada dan konfirmasi dini diyakini menjadi cara paling efektif untuk mencegah jatuhnya korban dari praktik penipuan berkedok surat resmi.
(Rival)

