GARDA BLORA NEWS, BLORA – Suasana SMP Negeri 1 Blora mendadak gempar, setelah terungkap adanya dugaan aksi perundungan yang dilakukan sejumlah siswa kelas 7 terhadap kakak kelasnya dari kelas 8, pada Jumat (7/11/2025).
Insiden tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat dan mendorong pihak sekolah untuk bergerak cepat mengambil langkah penanganan.
Kepala SMPN 1 Blora, Ainur Rofiq, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah segera bertindak begitu laporan diterima.
“Kami langsung melakukan mediasi dengan menghadirkan orang tua pelaku dan korban, serta memastikan kondisi psikologis korban dalam keadaan baik,” ujar Ainur, Sabtu (8/11/2025).
Sekolah Gandeng Polsek, Unit PPA, dan Dinas Sosial
Dalam menangani kasus ini, sekolah tidak bekerja sendiri. Menurut Ainur, koordinasi telah dilakukan dengan berbagai instansi untuk memastikan proses pembinaan berjalan sesuai prosedur.
1. Pihak Kepolisian: Sekolah menggandeng Polsek Blora serta Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blora untuk memberikan pembinaan hukum bagi para pelaku.
2. Dinas Sosial dan Pendidikan: Kedua lembaga tersebut turut dilibatkan dalam pendampingan psikologis dan sosial, baik terhadap pelaku maupun korban.
Ainur menambahkan, penanganan dilakukan tidak hanya untuk memberi efek jera, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran moral dan empati di kalangan siswa.
Tindakan Tegas Bernuansa Edukatif
Pihak sekolah menegaskan bahwa tindakan disiplin akan diterapkan dengan mengedepankan nilai pendidikan dan kemanusiaan.
“Kami ingin memastikan bahwa sekolah tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendidik. Edukasi karakter akan terus diperkuat agar peristiwa seperti ini tidak terulang,” tegas Ainur.
Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa kekerasan antar pelajar tidak bisa dianggap sepele.
Diperlukan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum untuk memastikan lingkungan pendidikan benar-benar terbebas dari praktik perundungan.

