GARDA BLORA NEWS, BLORA — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini dimaknai lebih dalam oleh aktivis Agus Flash. Ia menilai, peringatan tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan, melainkan menjadi momen untuk merenungkan kondisi sosial yang masih jauh dari kata adil.
Dalam keterangannya, Agus menegaskan bahwa May Day merupakan pengingat penting atas perjuangan melawan ketimpangan.
Ia menyebut, semangat perlawanan tidak hanya relevan bagi kaum buruh, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat yang merasakan dampak ketidakadilan.
“Ini bukan sekadar peringatan, tapi waktu untuk melihat kembali apakah keadilan benar-benar sudah dirasakan. Perjuangan masih panjang,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti kondisi pekerja yang hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari upah yang belum memadai hingga perlindungan kerja yang belum optimal. Menurutnya, situasi tersebut membutuhkan kesadaran bersama untuk berani menyuarakan hak.
Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa keadilan harus menjadi dasar utama dalam setiap proses pembangunan. Tanpa itu, kesejahteraan hanya akan menjadi jargon tanpa realisasi nyata di lapangan.
“Perjuangan tidak selalu identik dengan aksi di jalan. Sikap kritis, keberanian menyampaikan pendapat, dan tidak membiarkan ketidakadilan terjadi juga bagian dari perlawanan,” jelasnya.
Ia pun mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu sosial dan tidak bersikap acuh. Menurutnya, masa depan yang lebih adil sangat bergantung pada kepedulian dan keterlibatan semua pihak sejak sekarang.
Agus menutup dengan menegaskan bahwa May Day harus menjadi pengingat bahwa perjuangan belum usai. Dibutuhkan kolaborasi lintas generasi dan sektor untuk mewujudkan keadilan serta kesejahteraan yang merata.

