Rina Sa’adah Adukan Nasib Petani Tebu Blora ke Menteri Pertanian, Dorong Solusi untuk PG GMM

GARDA BLORA NEWS, JAKARTA – Permasalahan terhentinya operasional Pabrik Gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Kabupaten Blora kini mendapat perhatian di tingkat pusat.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Rina Sa’adah, secara langsung menyampaikan kondisi tersebut kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan para petani tebu Blora, Rabu (10/6/2026).

Penyampaian itu dilakukan setelah Paguyuban Petani Tebu Kabupaten Blora melakukan audiensi dengan sejumlah pihak di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, petani mengungkapkan berbagai dampak yang muncul akibat berhentinya aktivitas pabrik gula yang selama ini menjadi penopang sektor pergulaan di Blora.

Menurut Rina Sa’adah, persoalan yang terjadi tidak lagi dapat dipandang sebagai kendala operasional semata.

Ia menilai kondisi tersebut telah menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat, mulai dari petani tebu, tenaga kerja pabrik, buruh angkut, sopir hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada aktivitas industri gula.

“Situasi ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah karena dampaknya telah dirasakan oleh banyak lapisan masyarakat. Bukan hanya petani, tetapi juga sektor-sektor lain yang selama ini menggantungkan roda ekonominya pada keberadaan pabrik gula,” ujar Rina.

Ia menjelaskan, terhentinya operasional PG GMM membuat petani harus mengirim hasil panennya ke pabrik di luar daerah.

Kondisi tersebut menyebabkan biaya distribusi meningkat dan berisiko menurunkan kualitas tebu maupun nilai rendemen yang diperoleh petani.

Untuk itu, Rina meminta pemerintah pusat bersama seluruh pihak terkait segera menyusun langkah konkret guna mengatasi persoalan tersebut.

Menurutnya, keberlangsungan usaha petani tebu harus menjadi prioritas agar dampak ekonomi yang lebih luas dapat dicegah.

Sebagai bagian dari tugas pengawasan DPR RI, Rina menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan tersebut melalui berbagai mekanisme parlemen, termasuk pembahasan bersama Kementerian Pertanian, Perum Bulog dan instansi terkait lainnya.

Di sisi lain, Koordinator Audiensi Petani Tebu Blora, Exi Wijaya, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat yang diberikan Rina Sa’adah.

Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dengan Menteri Pertanian dapat segera menghasilkan kebijakan yang memberikan kepastian bagi para petani.

“Kami berharap ada langkah nyata yang segera diambil. Petani saat ini membutuhkan solusi konkret agar tidak terus menanggung kerugian akibat persoalan yang terjadi di luar kemampuan mereka,” kata Exi.

Hal senada disampaikan Ketua Paguyuban Petani Tebu Blora, Anton Sudibyo. Ia menilai langkah yang dilakukan Rina menunjukkan bahwa keluhan petani mulai mendapat perhatian di tingkat nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih atas upaya yang telah dilakukan. Harapan kami, perhatian tersebut dapat diwujudkan dalam kebijakan yang benar-benar melindungi petani tebu dan menjaga keberlangsungan usaha mereka,” ujarnya.

Paguyuban Petani Tebu Blora berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian persoalan PG GMM, memastikan hasil panen petani tetap terserap, serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat yang terdampak akibat berhentinya operasional pabrik gula tersebut.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!