Janji Profit Harian Berujung Kerugian, Investor Klaim Dana Rp183 Juta Belum Kembali

GARDA BLORA NEWS, SLEMAN/KARANGANYAR – Seorang investor berinisial T.I mengungkap dugaan permasalahan dalam investasi yang diperkenalkan sebagai Trading Balance Forex.

Menurut keterangannya, dirinya bersama dua investor lainnya mengalami kerugian dengan total nilai investasi mencapai lebih dari Rp183 juta.

T.I menjelaskan, awalnya ia mengikuti presentasi yang digelar pada 1 November 2025 di kawasan Apartemen Mataram City Yogyakarta, Sleman.

Dalam pertemuan tersebut, ia mengaku mendapatkan penawaran investasi forex dengan janji keuntungan harian berkisar 100 hingga 200 dolar AS serta kemudahan penarikan modal kapan saja.

“Pada saat itu dijelaskan bahwa keuntungan bisa diperoleh setiap hari dan modal dapat ditarik sewaktu-waktu,” ujar T.I, Selasa (16/62026).

Tertarik dengan penawaran tersebut, T.I kemudian menyetorkan modal awal sebesar 2.000 dolar AS atau sekitar Rp32 juta.

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 4 November 2025, presentasi lanjutan kembali dilakukan di wilayah Colomadu, Karanganyar, yang dihadiri calon investor lainnya.

Menurut T.I, dalam pertemuan tersebut dua orang lainnya, yakni HN dan S, turut bergabung sebagai investor.

Ia sendiri kembali menambah investasi sebesar 1.000 dolar AS, sedangkan HN dan S menyetorkan dana masing-masing sebesar 2.000 dolar AS dan 4.000 dolar AS.

Pada pertengahan November 2025, para investor sempat menerima keuntungan dari investasi yang dijalankan.

T.I mengaku memperoleh profit sekitar Rp17 juta, sementara investor lainnya menerima keuntungan sesuai perhitungan yang disampaikan pengelola investasi.

Namun, setelah pembagian keuntungan pertama tersebut, T.I menilai aktivitas trading yang dijanjikan tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya.

Ia mengaku tidak menerima laporan perkembangan investasi maupun pembagian keuntungan lanjutan.

“Setelah itu tidak ada lagi profit yang masuk dan tidak ada laporan trading yang jelas,” katanya.

T.I mengatakan dirinya sempat kembali menambah modal pada 18 November 2025 karena masih meyakini program investasi tersebut.

Akan tetapi hingga Desember 2025, menurutnya, dana yang telah disetorkan belum dapat ditarik kembali secara penuh.

Atas kondisi tersebut, T.I bersama investor lainnya mengaku mengalami kerugian dengan total nilai investasi lebih dari Rp183 juta.

Mereka berharap ada penyelesaian yang jelas terkait dana yang telah diinvestasikan.

Hingga berita ini ditulis, pihak yang disebut sebagai pengelola investasi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang disampaikan para investor.

Oleh karena itu, informasi ini masih menunggu konfirmasi dan penjelasan dari seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan pemberitaan.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!