GARDA BLORA NEWS, GROBOGAN – Insiden tragis terjadi di area pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Sabtu (2/5/2026).
Seorang remaja berinisial DPW (17), warga Desa Wedoro, Kecamatan Penawangan, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tersengat arus listrik saat bekerja di lokasi proyek.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama dua rekannya, tengah melakukan pengecatan. Saat hendak memindahkan rangka atap berbahan besi holo, rangka tersebut tiba-tiba tergelincir dan menghantam tubuh korban.
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Gubug AKP Anang Heriyanto membenarkan kejadian itu. Polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Setelah menerima informasi, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara,” ujar AKP Anang Heriyanto.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden bermula ketika korban berusaha menggeser rangka besi yang tidak stabil hingga meleset dan mengenai bagian dada korban. Rekan korban sempat berupaya menolong dengan mengangkat rangka tersebut.
Namun, salah satu ujung rangka diketahui menindih mesin gerinda listrik yang masih terhubung dengan arus listrik.
Kondisi ini diduga menjadi penyebab korban tersengat listrik. Menyadari bahaya tersebut, aliran listrik kemudian segera diputus.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Gubug, namun nyawanya tidak tertolong. Tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan.
Dalam olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mesin gerinda listrik serta rangka besi holo. Selain itu, ditemukan kabel listrik dalam kondisi terkelupas yang diduga menjadi sumber aliran listrik.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka lecet pada dahi dan memar di telapak tangan korban. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.
“Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” tegas AKP Anang Heriyanto.
Saat ini, lokasi proyek telah dipasangi garis polisi. Kasus ini juga memicu perhatian publik terkait usia korban yang masih di bawah umur.
Dugaan praktik pekerja anak di proyek tersebut menjadi sorotan dan diharapkan turut didalami dalam proses penyelidikan.

