Dialog dengan GMM, Petani Tebu Blora Tuntut Kompensasi dan Kepastian Hak Kemitraan

GARDA BLORA NEWS, BLORA – Paguyuban Petani Tebu Kabupaten Blora menyampaikan tuntutan kompensasi atas tambahan biaya angkut yang harus ditanggung petani setelah berhentinya operasional PT Gendhis Multi Manis (GMM).

Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi yang digelar di Aula Utama Polres Blora, Senin (29/6/2026).

Audiensi berlangsung tertib dan dihadiri Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Kapolres Blora AKBP Wawan Adi Susanto, Direktur Utama PT Gendhis Multi Manis (GMM) Benhur Ngkaimi, jajaran pengurus Paguyuban Petani Tebu Blora, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai wilayah di Kabupaten Blora.

Ketua Paguyuban Petani Tebu Blora, Anton, mengatakan usulan tambahan rendemen sebesar 10 persen diajukan sebagai bentuk kompensasi atas meningkatnya biaya distribusi yang kini harus ditanggung petani.

“Tambahan rendemen 10 persen kami ajukan sebagai bentuk kompensasi atas biaya angkut yang kini harus ditanggung petani. Biaya pupuk, perawatan, tenaga kerja hingga distribusi terus meningkat. Karena itu kami berharap perusahaan memberikan solusi yang adil bagi petani,” ujar Anton.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Paguyuban Petani Tebu Blora, Exy Wijaya, menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan biaya angkut, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap hak-hak petani dalam kemitraan industri gula.

Menurutnya, petani telah menjalankan kewajibannya mulai dari menanam, merawat hingga memasok tebu.

Karena itu, ketika perubahan operasional perusahaan mengakibatkan munculnya beban biaya tambahan, perusahaan dinilai perlu memberikan kompensasi yang layak.

“Petani tidak boleh terus-menerus menjadi pihak yang menanggung risiko dari kebijakan yang berada di luar kendali mereka. Industri gula hanya akan sehat apabila keadilan juga dirasakan oleh petani sebagai fondasi utama produksi,” tegas Exy.

Sementara itu, Humas Paguyuban Petani Tebu Blora, Khairul, mengingatkan bahwa meningkatnya biaya angkut tanpa adanya kompensasi dapat memengaruhi semangat petani dalam membudidayakan tebu dan berdampak pada keberlanjutan pasokan bahan baku industri gula.

Menanggapi aspirasi tersebut, Direktur Utama PT Gendhis Multi Manis (GMM), Benhur Ngkaimi, menyatakan pihaknya akan melakukan verifikasi terhadap usulan yang disampaikan petani.

Perusahaan juga akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mencari solusi yang dapat diterima bersama.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora siap memfasilitasi komunikasi antara petani dan perusahaan agar tercapai penyelesaian yang adil.

Di sisi lain, Kapolres Blora AKBP Wawan Adi Susanto menegaskan Polres Blora akan terus membuka ruang dialog yang aman, terbuka, dan netral bagi seluruh pihak.

Sebagai tindak lanjut, Paguyuban Petani Tebu Blora dan PT Gendhis Multi Manis sepakat membangun komunikasi secara rutin melalui forum dialog setiap hari Selasa.

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah untuk membahas berbagai persoalan kemitraan, mengevaluasi pelaksanaan kerja sama, serta mencari solusi melalui musyawarah.

Paguyuban Petani Tebu Blora menegaskan akan terus mengawal hasil audiensi hingga melahirkan langkah konkret.

Petani berharap adanya kompensasi yang adil atas tambahan biaya angkut yang mereka tanggung, sekaligus kepastian perlindungan terhadap hak-hak petani demi terciptanya kemitraan industri gula yang berkelanjutan.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!