Menu MBG dari SPPG Kamolan Blora Berbelatung, Picu Kemarahan Wali Murid

GARDA BLORA NEWS, BLORA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai fondasi peningkatan kualitas generasi muda justru tercoreng oleh temuan mengejutkan di Kabupaten Blora.

Menu makanan yang didistribusikan dari SPPG Kamolan Blora kepada siswa SD Muhammadiyah Blora, Jumat (13/3/2026) diduga ditemukan dalam kondisi menjijikkan, bahkan disebut-sebut dipenuhi belatung hidup.

Temuan tersebut langsung memicu kemarahan para orang tua siswa. Program yang seharusnya menyediakan asupan bergizi bagi anak-anak sekolah justru dianggap menghadirkan ancaman serius bagi kesehatan mereka.

DK, salah satu wali murid penerima manfaat program, mengaku syok ketika mengetahui kondisi makanan yang hampir saja dikonsumsi anaknya. Dia melontarkan kritik keras terhadap pihak penyedia makanan.

“Kami sangat kecewa! Pelayanan SPPG Kamolan Blora ini sangat buruk dan tidak manusiawi. Kalau seperti ini terus, program ini bukan lagi Makan Bergizi Gratis, tapi Makanan Beracun Gratis,” tegasnya dengan nada penuh emosi, Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, kelalaian dalam penyediaan makanan bagi anak sekolah bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan generasi muda.

“Kesehatan anak-anak kami seperti dijadikan taruhan. Jangan sampai anak-anak penerus bangsa dijadikan korban hanya demi keuntungan semata,” tambahnya.

Ironisnya, ketika dikonfirmasi terkait temuan tersebut, pihak SPPG Kamolan Blora disebut belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp hingga kini tidak mendapatkan respons. Sikap bungkam ini memicu kecurigaan dan dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan dalam menanggapi persoalan serius yang menyangkut keselamatan siswa.

Para wali murid pun mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan. Mereka meminta Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyedia makanan program MBG di wilayah tersebut.

“Kalau memang tidak mampu menjamin kebersihan dan standar makanan untuk anak sekolah, lebih baik ditutup saja. Jangan korbankan anak-anak kami,” tegas DK.

Terpisah, Kepala Desa Kamolan, Majianto saat dikonfirmasi terkait pemilik SPPG tersebut, dia mengatakan betul sekali.

“Betul sekali, SPPG Kamolan milik dr Tegar. Silahkan dihubungi,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, pemilik SPPG Kamolan, dr. Tegar, yang dihubungi oleh media ini belum memberikan tanggapan.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!