Wabup Bungkam, Kasatreskrim Irit Bicara: Skandal Minyak Ilegal Blora Seret Oknum ASN

GARDA BLORA NEWS, BLORA — Sorotan tajam mengarah pada kinerja aparat penegak hukum di wilayah Polres Blora. Dugaan praktik penambangan minyak mentah ilegal di Desa Plantungan kembali mencuat dan kini menyeret nama seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga tidak hanya terlibat dalam aktivitas tersebut, tetapi juga dalam tindakan kekerasan.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini atau yang dikenal sebagai Bude Rini, belum memberikan tanggapan substantif terkait insiden yang menimpa BLS, anggota tim kontrol sosial yang mengalami luka di bagian pelipis akibat dugaan pemukulan oleh oknum ASN berinisial AH alias Ppn.

Saat dimintai keterangan atas sejumlah pertanyaan yang diajukan media Blok7.id, Bude Rini menyampaikan bahwa dirinya masih berada di luar kota.

“Besok ya, setelah saya kembali dari luar kota, akan saya jawab lengkap terkait kejadian di Plantungan,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon, Senin (4/5/2026).

Di sisi lain, lambannya respons di tingkat daerah justru mendorong langkah berbeda dari unsur masyarakat. Gabungan LSM, media, dan organisasi kemasyarakatan memilih membawa persoalan ini ke tingkat provinsi dengan melaporkannya ke Polda Jawa Tengah pada hari yang sama.

“Iya mas, kasus ini sudah kami laporkan ke Polda Jawa Tengah,” ujar CK dari LSM Blora yang mendampingi korban.

Peristiwa yang memicu laporan tersebut terjadi pada Jumat (1/5/2026) malam di Dukuh Pilangrejo, Desa Sendangharjo. Saat itu, tim kontrol sosial menemukan sebuah truk tangki non-PT yang diduga mengangkut sekitar 8.000 liter minyak mentah dari sumur ilegal di Plantungan.

Namun situasi berubah memanas. Temuan tersebut justru diikuti aksi intimidasi. Jarod dari OKK Grib Jaya Blora menyebut oknum ASN berinisial Ppn diduga menggerakkan sejumlah orang untuk melakukan tekanan fisik terhadap tim di lapangan.

Akibat kejadian itu, salah satu anggota mengalami luka robek di bagian pelipis. Selain itu, barang bukti berupa truk tangki berisi minyak mentah tersebut dilaporkan tidak lagi berada di lokasi sebelum ada tindakan dari aparat.

Respons aparat penegak hukum pun menjadi perhatian. Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, hanya memberikan tanggapan singkat saat dikonfirmasi.

“Terima kasih informasinya,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Ketika ditanya lebih jauh mengenai dugaan hilangnya barang bukti, ia tidak memberikan penjelasan tambahan.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui kejadian tersebut dan langsung mengirimkan personel ke lokasi.

“Iya, sudah kami monitor. Tadi malam anggota Polsek Kota dan Satreskrim juga sudah ke lokasi,” katanya, Sabtu (2/5/2026).

Ia menambahkan bahwa laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Akan kita proses lebih lanjut,” tegasnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik luas. Masyarakat menunggu langkah tegas dari Polda Jawa Tengah untuk mengungkap jaringan minyak ilegal di Plantungan.

Dugaan keterlibatan aparatur negara dalam praktik tersebut serta adanya unsur kekerasan menjadi ujian serius bagi penegakan hukum di Blora.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!