GARDA BLORA NEWS, BLORA – Sorotan publik di media sosial yang menuding adanya tindakan tidak etis dalam kegiatan pembangunan jalan swadaya di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, memicu respons tegas dari masyarakat setempat.
Warga menilai, penilaian yang beredar cenderung terburu-buru dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Sejumlah warga bersama perangkat desa pun angkat bicara guna meluruskan informasi yang dinilai berpotensi menyesatkan.
Mereka menegaskan bahwa kegiatan pembangunan jalan tersebut merupakan hasil gotong royong masyarakat yang juga mendapat dukungan nyata dari pemerintah daerah.
Sekretaris Desa Nglebak, Maryono, menyampaikan bahwa kehadiran Bupati Blora di lokasi bukan sekadar simbolis seperti yang ramai dituding di media sosial.
“Tidak benar jika disebut hanya numpang konten. Kehadiran Bupati justru membawa dampak positif, baik secara moril maupun material. Kami merasakan langsung bantuan yang diberikan,” tegas Maryono, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan meliputi material seperti semen dan grosok, serta dukungan dari dinas terkait yang mempercepat proses pembangunan jalan desa tersebut.
Hal senada disampaikan oleh salah satu warga, Suwardi, yang mengaku kehadiran kepala daerah menjadi pengalaman yang belum pernah terjadi sebelumnya di desanya.
“Selama ini belum pernah ada Bupati yang turun langsung melihat kondisi desa kami seperti sekarang. Apa yang ramai di media sosial sangat berbeda dengan kenyataan yang kami rasakan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Bupati Blora beserta jajaran. Menurutnya, kehadiran tersebut bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bupati yang datang atas undangan desa. Bantuan sekitar 300 sak semen dan material grosok sangat membantu percepatan pembangunan jalan. Selain itu, juga ada santunan untuk anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial,” ungkap Eko.
Tidak hanya itu, dalam kunjungan tersebut Bupati juga menghadirkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas PMD dan PUPR, untuk melakukan survei langsung terhadap kondisi jalan yang sedang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti kebutuhan warga. Hasil peninjauan tersebut bahkan akan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan yang lebih terstruktur ke depan.
Pemerintah Kabupaten Blora disebut berkomitmen untuk menganggarkan pembangunan jalan penghubung Nglebak–Megeri pada tahun 2027, sehingga pembangunan yang saat ini dilakukan secara swadaya dapat ditingkatkan kualitasnya melalui dukungan anggaran resmi.
Masyarakat pun berharap rencana tersebut benar-benar terealisasi sebagai wujud sinergi antara gotong royong warga dan kehadiran pemerintah dalam pembangunan desa.
Di tengah polemik yang berkembang, warga Desa Nglebak mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi di era digital.
Mereka berharap publik dapat melihat persoalan secara utuh dan tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial.
“Yang kami rasakan adalah kolaborasi nyata, bukan pencitraan. Harapan kami, masyarakat luar bisa memahami kondisi sebenarnya,” pungkas salah satu warga.

