GARDA BLORA NEWS, BLORA – Aparat kepolisian bergerak cepat memburu pelaku aksi pengeroyokan brutal yang terjadi di wilayah Cepu, Kabupaten Blora.
Tim gabungan dari Polsek Cepu bersama Resmob Polres Blora berhasil mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap seorang pemuda di Jalan Blora–Cepu, Kelurahan Karangboyo.
Kapolsek Cepu, AKP Edi Santosa, mengungkapkan bahwa dari total delapan orang yang telah teridentifikasi, enam di antaranya sudah berhasil diamankan petugas.
Salah satu pelaku yang disebut membawa senjata tajam jenis celurit sempat melarikan diri ke wilayah Bojonegoro sebelum akhirnya berhasil ditangkap.
“Pelaku utama sempat kabur dan bersembunyi di rumah temannya di Bojonegoro. Namun keberadaannya berhasil dilacak dan langsung diamankan tim,” ujar AKP Edi Santosa, Sabtu (9/5/2026).
Polisi memastikan pengejaran terhadap dua pelaku lain yang masih buron terus dilakukan. Identitas keduanya diklaim telah diketahui dan kini masuk dalam daftar pencarian aparat.
Peristiwa pengeroyokan tersebut menimpa MR (21), warga Kecamatan Sambong, pada Minggu dini hari (3/5/2026).
Korban yang tengah dalam perjalanan pulang diduga dicegat oleh sekelompok pelaku sebelum kemudian dianiaya secara bersama-sama hingga mengalami luka serius.
Tak hanya melakukan kekerasan, para pelaku juga diduga mengambil sejumlah barang milik korban seperti telepon genggam, helm, hingga pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.
Dari enam orang yang telah diamankan, dua pelaku dewasa langsung ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sementara tiga lainnya yang masih berstatus anak di bawah umur telah diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blora untuk penanganan khusus. Satu orang lainnya masih berstatus saksi.
Meski sempat muncul dugaan adanya keterkaitan dengan atribut kelompok tertentu, kepolisian menegaskan bahwa fokus penanganan saat ini adalah tindak pidana pengeroyokan dan kekerasan jalanan.
“Kami akan menindak tegas siapa pun yang membuat keresahan dan mengganggu keamanan masyarakat. Tidak ada toleransi terhadap aksi kekerasan di wilayah Cepu,” tegas Kapolsek.
Saat ini situasi di wilayah Cepu disebut tetap kondusif, sementara aparat terus memburu dua pelaku yang masih melarikan diri.

