MBG Blora Kembali Disorot, Dugaan Bandeng Berbelatung di SD Muhammadiyah Picu Ultimatum untuk SPPG Kamolan

GARDA BLORA NEWS, BLORA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora kembali menuai sorotan setelah muncul dugaan makanan tidak layak konsumsi yang diterima siswa SD Muhammadiyah Blora.

Menu bandeng yang dibagikan dilaporkan mengandung belatung, memperpanjang daftar persoalan di dapur SPPG Kamolan.

Ketua SPPG Kamolan, Muhammad Arif Rohman Aziz, menegaskan bahwa bahan baku ikan yang digunakan sebenarnya dalam kondisi baik saat diterima.

“Bandeng datang sekitar pukul 12.00 WIB dari Juwana, Kabupaten Pati. Malam harinya sudah kami cek dan kondisinya masih segar. Bahkan kami dokumentasikan dalam bentuk video sebagai antisipasi jika terjadi sesuatu,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Ia juga menyebutkan bahwa bahan baku tersebut telah disimpan di freezer sebelum diolah menjadi menu makanan.

Namun, laporan dari pihak sekolah muncul beberapa jam setelah distribusi dilakukan.

“Distribusi sekitar pukul 11.00 WIB. Lalu pukul 13.30 WIB kami menerima aduan dari SD Muhammadiyah Blora, ada satu menu yang ditemukan berbelatung,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, pihaknya langsung mengambil langkah cepat.

“Kami langsung instruksikan driver untuk menarik dan mengganti menu. Tapi dari pihak sekolah menyampaikan tidak perlu diganti dan meminta ini jadi evaluasi bagi kami,” tambah Arif.

Meski demikian, SPPG Kamolan tetap mengganti seluruh menu pada hari berikutnya untuk ratusan siswa penerima manfaat di sekolah tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, memberikan peringatan keras terhadap pengelolaan program MBG. Ia menilai persoalan ini seharusnya tidak terjadi jika penanganan bahan dilakukan dengan benar.

“Saya yakin kalau disimpan di freezer dengan baik, sampai kapan pun tidak akan rusak. Tapi kalau bahan datang dalam kondisi panas lalu tidak segera ditangani, ya pasti akan menimbulkan bau dan kerusakan,” tegasnya.

Ia juga mengkritik kebijakan pengadaan bahan baku dari luar daerah.

“Kenapa tidak memanfaatkan bahan lokal? Libatkan PKK dan UMKM. Anggaran sudah jelas, tinggal dikelola bersama supaya kualitas terjaga dan ekonomi warga juga bergerak,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa program MBG merupakan program negara yang tidak boleh disalahgunakan.

“Tempat ini dibiayai negara, tenaga kerja juga dari negara. Tinggal dijalankan dengan benar. Jangan sampai program ini justru dijadikan permainan oknum,” tandasnya.

Sri Setyorini bahkan memberikan ultimatum tegas kepada pengelola SPPG Kamolan.

“Kalau sampai ada komplain lagi, mohon maaf, ini bisa kami tutup,” katanya.

Di sisi lain, sejumlah wali murid mengaku kecewa dan khawatir atas kejadian tersebut. Mereka mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh agar kualitas makanan benar-benar terjamin dan kejadian serupa tidak kembali terulang.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!