GARDA BLORA NEWS, BLORA — Polemik kepengurusan di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kabupaten Blora akhirnya menemukan titik terang.
Kepastian struktur organisasi resmi ditandai dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) definitif dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GRIB Jaya Jawa Tengah kepada Priyoto sebagai Ketua DPC GRIB Jaya Blora.
Penyerahan SK tersebut dilakukan dalam agenda konsolidasi organisasi yang berlangsung di sekretariat DPC GRIB Jaya Blora pada Minggu (24/5/2026).
Kegiatan itu dihadiri langsung Ketua DPD GRIB Jaya Jawa Tengah, Isro’i Rais, bersama jajaran pengurus daerah lainnya.
Dengan diterbitkannya SK resmi tersebut, persoalan dualisme kepemimpinan yang sebelumnya sempat mencuat dinyatakan selesai.
Seluruh struktur organisasi di tingkat cabang hingga kecamatan diminta kembali fokus memperkuat soliditas internal.
Kepala Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPC GRIB Jaya Blora, Jarod, menyebut keputusan itu menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan organisasi di Kabupaten Blora.
“Seluruh pengurus DPC, PAC, hingga anggota menyambut baik keluarnya SK definitif ini. Persoalan internal yang sempat terjadi kini sudah selesai dan menjadi semangat baru untuk bergerak bersama,” ujarnya.
Menurutnya, setelah adanya kepastian kepemimpinan, seluruh kader diminta tetap berada dalam satu garis komando di bawah kepemimpinan Priyoto dan DPD Jawa Tengah.
Selain memperkuat konsolidasi internal, GRIB Jaya Blora juga berencana memperluas jaringan organisasi hingga tingkat desa serta meningkatkan peran sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD GRIB Jaya Jawa Tengah, Isro’i Rais, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah organisasi untuk menjaga stabilitas dan efektivitas kepengurusan di daerah.
Ia meminta seluruh kader tidak lagi terjebak pada konflik lama dan mulai fokus menjalankan program organisasi secara nyata.
“Kita harus tetap solid dan berjalan dalam satu komando agar organisasi semakin kuat dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Dengan berakhirnya polemik internal tersebut, DPC GRIB Jaya Blora kini diharapkan mampu menunjukkan eksistensi organisasi secara lebih aktif, baik dalam kegiatan sosial, kebangsaan, maupun penguatan kaderisasi di Kabupaten Blora.

