Ibu dan Anak di Sragen Berjuang Melawan Kanker, Warga Berharap Perhatian Presiden Prabowo

GARDA BLORA NEWS, SRAGEN – Di balik kesederhanaan sebuah rumah di Dukuh Kedung Bagong, RT 14, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu dan anak yang tengah menghadapi cobaan berat.

Poniem, seorang janda, bersama putrinya, Cahaya (12), sama-sama berjuang melawan penyakit kanker di tengah keterbatasan ekonomi.

Poniem diketahui mengidap kanker pada bagian mata dan lengan. Di saat dirinya membutuhkan perawatan intensif, ia juga harus mendampingi Cahaya yang mengalami kanker pada wajah.

Benjolan yang terus membesar membuat kondisi putrinya memerlukan penanganan medis secara berkelanjutan.

Meski kondisi fisiknya terus menurun, Poniem tetap bekerja sebagai pemulung botol plastik bekas demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Penghasilan yang diperoleh dari hasil memulung hanya cukup untuk kebutuhan pokok, sehingga biaya pengobatan menjadi beban yang sangat berat.

Kesulitan ekonomi yang dialami keluarga tersebut juga diperparah dengan belum adanya rumah sendiri. Saat ini, Poniem dan Cahaya tinggal menumpang di kediaman salah satu kerabat.

Perjalanan menjalani pengobatan pun tidak mudah. Selain membutuhkan biaya perawatan, keluarga ini juga harus memikirkan ongkos transportasi hingga kebutuhan selama menjalani pemeriksaan maupun tindakan medis di rumah sakit rujukan.

Kepala Desa Cemeng, Widayat, mengatakan pemerintah desa bersama masyarakat telah berupaya memberikan pendampingan dan membantu keluarga tersebut melalui berbagai program yang tersedia.

“Kami bersama warga terus berusaha semaksimal mungkin membantu Ibu Poniem. Kami sudah mengupayakan bantuan melalui pemerintah daerah, berkoordinasi dengan BAZNAS Sragen, serta memastikan beliau tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan,” ujar Widayat.

Ia menjelaskan, pada 2022 lalu Cahaya sempat memperoleh kesempatan menjalani operasi gratis di salah satu rumah sakit milik TNI di Surabaya.

Namun kesempatan tersebut tidak diambil karena keluarga merasa khawatir setelah dokter menyampaikan tingkat keberhasilan operasi saat itu hanya sekitar 50 persen.

Kekhawatiran tersebut dipengaruhi pengalaman pahit yang pernah dialami keluarga. Anak pertama Poniem sebelumnya juga menderita kanker dan meninggal dunia setelah menjalani operasi.

Peristiwa itu meninggalkan trauma mendalam sehingga sang ibu memilih menunda tindakan operasi bagi Cahaya saat itu.

Meski demikian, upaya pengobatan tetap berjalan. Hingga kini Cahaya telah menjalani dua kali operasi di RS Moewardi Solo dan masih menjalani kontrol rutin sesuai jadwal dokter.

Untuk mendukung proses pengobatan, Pemerintah Desa Cemeng secara rutin menyediakan kendaraan operasional beserta biaya transportasi setiap kali Poniem dan Cahaya harus berobat ke Solo.

Namun demikian, kebutuhan selama menjalani perawatan, terutama apabila harus menjalani rawat inap dan tindakan medis lanjutan, masih menjadi persoalan besar karena keterbatasan biaya.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian agar pengobatan Poniem dan Cahaya dapat terus berlanjut tanpa terkendala biaya.

Salah seorang warga, Wahyudi, mengaku prihatin melihat perjuangan ibu dan anak tersebut yang tetap harus bekerja meski sedang berjuang melawan penyakit.

“Kami semua ikut merasakan kesedihan mereka. Bu Poniem tetap mencari botol bekas meski kondisi kesehatannya tidak baik. Kami berharap ada lebih banyak bantuan agar beliau dan Cahaya bisa mendapatkan pengobatan terbaik,” katanya.

Selain mendampingi proses pengobatan, Pemerintah Desa Cemeng juga telah mengusulkan rumah Poniem masuk dalam program bedah rumah.

“Terkait tempat tinggal, usulan bedah rumah sudah kami ajukan dan terus kami kawal. Harapan kami tahun ini dapat direalisasikan sehingga Ibu Poniem memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” tutup Widayat.

Warga berharap kepedulian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga sosial, maupun para dermawan, dapat membantu meringankan beban keluarga tersebut sehingga Poniem dan Cahaya memperoleh kesempatan menjalani pengobatan secara optimal serta memiliki harapan untuk pulih.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!