Akibat Susu Kotak MBG, 19 Siswa SD Negeri di Blora Jalani Perawatan Medis

GARDA BLORA NEWS, BLORA – Sebanyak 19 siswa SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas setelah mengalami keluhan mual dan muntah diduga usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (20/7/2026).

Guru Kelas II SD Negeri Sendangrejo, Fatoni, menjelaskan makanan MBG berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti yang dikelola Yayasan Mitra Cendekia Waskita.

Paket makanan tiba di sekolah sekitar pukul 06.30 WIB dan dibagikan kepada para siswa setelah pelaksanaan upacara, sekitar pukul 08.00 WIB.

“Setelah upacara, makanan langsung dibagikan kepada seluruh siswa,” ujarnya.

Tak lama setelah makanan dikonsumsi, sejumlah siswa mengeluhkan mual, sakit perut, hingga muntah. Dari total 141 siswa di sekolah tersebut, sebanyak 19 anak akhirnya dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Mayoritas siswa yang mengalami keluhan berasal dari kelas III, IV, dan V.

“Pihak sekolah kemudian menghentikan pembagian susu yang belum diminum dan seluruh sampelnya langsung diamankan untuk diperiksa di laboratorium,” jelas Fatoni.

Menu MBG hari itu terdiri atas nasi, telur gulung, anggur, kacang, dan susu kotak bermerek Indomilk.

Menurut Fatoni, dugaan sementara mengarah pada susu kotak yang disajikan. Ia mengaku menemukan beberapa kemasan susu dalam kondisi menggelembung atau pecah saat berada di dalam wadah makanan.

“Indikasinya memang mengarah ke susu kotak. Kemungkinan ada persoalan pada penyimpanan atau distribusinya, tetapi kami masih menunggu hasil pemeriksaan,” katanya.

Ia berharap evaluasi menyeluruh segera dilakukan, termasuk terhadap dapur penyedia MBG, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Yang terpenting kualitas makanan benar-benar diperiksa sebelum dibagikan kepada anak-anak. Kasihan kalau sampai terulang lagi,” tambahnya.

Salah seorang wali murid kelas V, Ratini, mengaku panik saat mendapat kabar anaknya ikut menjadi korban.

“Saya langsung kaget dan gemetar begitu mendapat telepon. Pikiran saya langsung macam-macam,” tuturnya.

Ratini mengatakan anaknya dibawa ke Puskesmas oleh guru menggunakan sepeda motor setelah mengalami muntah, pusing, dan nyeri perut di sekolah.

“Menurut anak saya, keluhannya muncul setelah minum susu. Setelah itu langsung muntah, pusing, dan perutnya sakit,” ungkapnya.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi dari pihak berwenang.

Dugaan sementara yang mengarah pada salah satu menu MBG belum dapat dipastikan sebelum hasil uji laboratorium keluar.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!